Angan Senja dan Senyum Pagi



















Judul Buku : Angan Senja & Senyum Pagi
Penulis : Fahd Pahdepie
Cetakan I : Maret 2017
Penerbit : Falcon Publishing
Halaman : 353

Hujan malam itu lambat dan panjang. Angan dan Pagi saling mematung, terpisah jarak dari kisah mereka yang beku di ujung waktu. Lanskap taman seolah tak ingin menunjukkan diri, lampu merkuri temaram di antara mereka berdua, dikaburkan rintik hujan.

Angan memerhatikan wajah Pagi. Wajah itu, wajah yang pertama kali ia lihat belasan tahun lalu dan membuat matanya nyalang semalaman, wajah yang entah bagaimana diciptakan Tuhan dengan alis yang sempurna, hidung yang sempurna, bibir yang sempurna… Tak pernah bisa pergi dari inti memorinya selama ini.

Angan melangkah mendekat ketika payung miliknya lepas dari genggaman. Kemudian ia menarik ujung payung bening milik Pagi. Angan masih bisa melihat wajah Pagi dari balik payung bening itu, meski titik-titik hujan masa lalu sedikit mengaburkannya. Namun, itu cukup buat Angan… Itu cukup. Sebab ketika ia mengecup payung itu, seolah di kening Pagi, ia tak perlu menjelaskan apa-apa lagi…

Tentang Angan Senja yang tak pernah berhenti menanti Senyum Pagi.

********** 
Angan Senja dan Senyum Pagi menceritakan tentang kisah cinta yang tak terucap antara Angan dan Pagi. Angan Senja dan Senyum Pagi pertama sekali bertemu di sekolah, tepatnya di belakang kelas. Waktu itu Pagi mencoba bolos jam pelajaran lantaran tidak mengerjakan PR Matematika tak sengaja bertemu dengan Angan, si penggila Matematika yang pada saat itu juga sedang bolos jam pelajaran karena bosan dengan matapelajaran Matematika. Sejak saat itu hubungan Angan dan Pagi kian akrab bahkan menimbulkan benih-benih cinta diantara keduanya. 

Tetapi, baik Angan maupun Pagi sama-sama tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya. Angan beralasan karena Pagi adalah anak kelas 3 sedangankan dia adalah anak kelas 1. Sedangkan Pagi yang tadinya ingin mengutarakan isi hatinya kepada Angan, urung mengungkapkan niatnya tersebut karena dia tidak ingin membuat prestasi Angan yang pada saat itu lulus melanjutkan sekolah ke Amerika menjadi turun jika dia dan Angan berpacaran, maka Pagi berusaha mundur dan menjauh dari kehidupan Angan.

Setelah tidak bertemu selama 17 tahun lamanya, akhirnya Angan Senja dan Senyum Pagi bertemu kembali dengan keadaan dan kehidupan mereka masing-masing. Angan kini telah menjadi pria yang sukses, pemilik sebuah perusahaan dibidang akuntan tetapi Angan masih memilih sendiri karena belum bisa menghapus kenangan tentang Pagi dan masih mencintai pagi walaupun dia berusaha menerima kehadiran Dini, gadis yang dijodohkan almarhum ibunya. Sementara Pagi telah menjadi seorang single parents dari seorang putri yang bernama Embun Fajar, bahkan Pagi sedianya sedang mempersiapkan pernikahan keduanya dengan seorang pengacara terkenal yang bernama Hari (suami pertama Pagi seorang musisi telah meninggal). Pertemuan kembali Angan dan Pagi secara tak sengaja, mereka dipertemukan oleh musik, oleh Embun yang pada saat itu akan mengadakan konser yang bekerjasama dengan Jarret Sitorus seorang musisi jazz yang sangat diidolakan Embun dan kebetulan Jarret Sitorus adalah teman Angan. Lalu apakah pertemuan setelah 17 tahun akan merubah segalanya? Silahkan beli dan baca novel karya Fahd Pahdepie yang berjudul Angan senja & Senyum Pagi ini.

Angan Senja & Senyum Pagi ini dalah karya Fahd Pahdepie pertama yang saya baca, dan sepertinya saya jatuh cinta pada karya Fahd ini. Cerita di novel ini memang sederhana tapi diramu dengan sangat indah sehingga tidak bosan ketika membacanya, jalan ceritanya benar-benar mengharukan. Bayangkan saja ketika kau memendam perasaan terhadap seseorang selama 17 tahun lamanya. Selain itu alur maju mundur dalam novel ini juga sangat bagus, benar-benar mengalir dan terkesan tidak membingungkan. Pemilihan nama para tokoh dalam novel ini menurut saya sangat unik. Disaat novelis lain menggunakan nama tokohnya yang kebarat-baratan, Fahd menghadirkan nama tokokh yang sangat unik yang kian menambah nuansa romantis buku ini. Selain menghadirkan cerita yang bagus, didalam novel ini juga banyak quotes-quotes yang bagus. Dan.......buat kamu penggemar lagu-lagu lawas Dewa 19 siap-siap akan dibawa bernostalgia ke tahun 90-an.

Berikut beberapa quotesnya

“Musik adalah nada-nada yang menciptakan kemungkinananya sendiri”. Hal 2

“Musik tercipta dari getaran nada. Getaran menciptakan frekuensi... frekuensi selalu bisa dihitung, meski angka-angkanya selalu tak masuk akal”. Hal 3

“kadang-kadang kita harus siap dengan segala sesuatu yang tak pernah pernah kita rencanakan sebelumnya”. Hal 132

Dan banyak lagi.......

Saya sangat suka sama desain cover buku ini. Katanya cover novel ini ngambil dari lukisan karya Leonid Alfremov yang berjudul Rany Night, benar-benar enak dipandang dan aura dramatisirnya benar-benar keluar. Terakhir saya kasih bintang  5/5 untuk novel yang menghanyutkan hatiku ini. 
Previous
Next Post »
Thanks for your comment

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER